Jumat, 06 Mei 2016

🎁 Kotak P3K (Perangkat Pribadi Pada Kehidupan)



Bismillaah..
Persiapan Diri
🎁Sebaiknya kita punya Kotak P3K (Perangkat Pribadi Pada Kehidupan)
📝Di dalamnya minimal ada  8 benda sebagai berikut :

📌 Tusuk gigi: Janganlah kita mencongkel-congkel kesalahan org, tetapi congkellah kebaikan org lain yang pernah ia lakukan kpd kita selama ini.

📏 Penghapus :Hapuslah semua kesalahan orang yang menyebabkan kita sakit hati.

Pensil :Tulislah dalam hati kita,  berkat yang kita terima & mengucap syukur setiap hari.

4. 🏮Rautan : Pertajam kembali kesetiaan,keimanan kita yg sdh mulai tumpul🙏

5. 🔋Plester :Semua luka hati  dapat disembuhkan, selama kita mengizinkannya.

6. 💫Karet Gelang : Bersikaplah fleksible, bahwa tidak semua yang kita inginkan dapat terpenuhi.

7. 📍Lem :Rekatkanlah komitmen yg telah kita buat, lakukan semua dengan ikhlas dan selalu setia..spt lem yg sifatnya merekatkan dan  lengket terus.
 
8.🍭 Permen :Berilah senyum manis 😊 ke setiap org yang kita jumpai, krn senyum itu laksana permen, semua org menyukainya.

Ingatlah ......

"WAKTU seperti sungai, kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI"..

🤗Selamat menikmati hari dgn penuh syukur yg bertabur rindu untuk perjumpaan dgn Nya dgn segala perjuangan yg kita kerahkan.. terus perbaiki diri lakukan yg terbaik / PDLT.. 💪🏻🤓

BaarokAllohu fiik..

📚HUKUM MENGOMENTARI MAKANAN📚



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Salah satu diantara cara Allah untuk meyakinkan umat manusia tentang kebenaran para nabi yang Dia utus, Allah berikan bekal kepada mereka berupa mukjizat.

Sebelum Allah memerintahkan Musa untuk menghadapi Fir’aun, Allah bekali beliau dengan mukjizat. Ketika Allah berbicara dengan Musa di bukit Tursina, Allah tunjukkan kepada Musa berbagai mukjizat yang dia miliki, mulai dari tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bisa mengeluarkan cahaya putih, dst.

Kemudian Allah berfirman,

فِي تِسْعِ آَيَاتٍ إِلَى فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

“(dua mukjizat ini) termasuk sembilan mukjizat yang akan ditunjukkan kepada Fir’aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.” (QS. an-Naml: 12).

Demikian pula Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah memberi bekal kepada beliau berbagai macam mukjizat untuk membuktikan kebenaran beliau. Diantaranya, al-Quran yang bisa meluluhkan hati orang musyrik yang mendengarnya, peristiwa Isra’ Mi’raj, terbelahnya bulan, keluarnya air dari jari-jari beliau, terdengarnya suara tasbih dari makanan, batu memberi salam kepada beliau, terdengarnya suara rintihan batang kurma yang merindukan beliau, termasuk kebenaran berita masa depan yang beliau sampaikan.

Para ulama membukukannya dalam kitab Dalail an-Nubuwah.

Salah satu diantara mukjizat beliau adalah keindahan akhlak beliau. Ketinggian budi pekerti dan akhlak beliau, yang hampir tidak mungkin bisa dilakukan manusia biasa, selain orang yang derajat taqwanya sangat tinggi.

Seperti diantaranya, tidak mencela dan mengomentari makanan.

Sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menceritakan,

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطٌّ إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلاَّ تَرَكَهُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau selera maka beliau memakannya, dan jika tidak selera maka beliau tinggalkan.” (HR. Ahmad 9755, Bukhari 3563 dan Muslim 5504).

Jangan anda berfikir, mencela makanan hanya terkait penilaian enak, tidak enak, menjijikkan atau komentar miring lainnya. Ternyata lebih dari itu. Sebatas menyebut asin, kurang asin, kemanisan, kecut, … yang itu umum dilakukan di masyarakat kita, ternyata masuk dalam cakuan hadis di atas.

Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan hadis ini,

هَذَا مِنْ آدَابِ الطَّعَامِ الْمُتَأَكِّدَةِ وَعَيْبُ الطَعَامِ كَقَوْلِهِ : مَالِحٌ، قَلِيْلُ الْمِلْحِ، حَامِضٌ، رَقِيْقٌ، غَلِيْظٌ، غَيْرُ نَاضِجٍ، وَنَحْوُ ذَلِكَ

“Hal ini (tidak mencela makanan) termasuk adab makan yang ditekankan. Dan mencela makanan yaitu seperti ia berkata, “Ini keasinan”, “Kurang asin”, “Kecut”, “Terlalu lembut”, “Masih kasar”, “Belum masak”, dan yang semisalnya.” (al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim, 14/26).

Yang lebih mengherankan, sampaipun dalam kondisi yang secara normal umumnya manusia mengomentari makanan, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap istiqamah tidak mengomentarinya.

Kita bisa lihat untuk kejadian beliau disuguhi daging dhab.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mendapat informasi dari Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا فَقَدَّمَتِ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ عَنِ الضَّبِّ فَقَالَ خَالِدٌ: أَحْرَامٌ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لَا وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ» قَالَ خَالِدٌ: فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيّ

Bahwasanya Khalid pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui Maimunah (istri Nabi) dan Maimunah adalah bibiknya Kholid dan juga bibiknya Ibnu Abbas.

Ketika itu, di rumah Maimunah ada daging dhob (kadal gurun) yang dipanggang. Lalu Dhob itupun dihidangkan kepada Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam.

Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mau menyentuh Dhab.

Kholid bertanya, “Apakah dhob itu haram, ya Rasulullah?’.

Kita simak jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَا وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ

“Tidak, namun dhob ini tidak ada di kampungku, sehingga aku kurang berselera”.

Kata Kholid, “Akupun mengambilnya lalu menyantapnya, dan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam hanya memandangku” (HR. Bukhari 5391)

Mungkin bagi orang biasa, dia bisa menjawab dengan sedikit komentar miring, “Saya jijik..” “Saya eneg..” “Hii… ngerii…” dst… Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukannya.

Untuk bisa sama seperti beliau, memang tidak mungkin. Namun setidaknya, kita bisa jadikan beliau sebagai standar akhlak yang terpuji. Yang untuk bisa sampai pada tingkatan itu, kita butuh belajar.

Semoga Allah membimbing kita untuk bisa lebih mudah mengikuti semua sunah beliau.

Allahu a’lam

Tulisan ini terinspirasi dari artikel Ustad Firanda Andirja, M.A.

#Copas dari group WA

RAHASIA KEKUATAN CIUM TANGAN & CIUM KENING



By: Cahyadi Takariawan

Tahukah Anda...Knp lelaki mesti mencium kening istri & istri mesti mencium tangan suaminya?

Bhw semangat & ketenangan lelaki itu terletak pd kening istrinya.

Lalu sumber ketenangan & kekuatan perempuan itu ada di punggung tangan suaminya.

Mengecup kening istri atau mencium tangan suami, hakikatnya sebuah simbol dr satu hal paling mahal dlm hubungan suami isteri.

“Apa itu?”
“Saling percaya”.

Jangan menilai bhw yg mendorong suami mengecup kening istrinya itu krn birahi.
Seorg suami mengecup kening istri adalah cara dirinya mendapatkan ketenangan.

Dan perempuan mencium tangan lelaki bukan semata tentang siapa yg lbh tinggi derajatnya, tp itu adalah tanda bhw keikhlasan yg menuntunnya. Krn perempuan jg tahu, di tangan suaminya ada ridha Tuhannya.

Knapa mesti kening atau tangan?
Kening perempuan adalah sumber ketenangan & semangat bg suami, krn kening adalah saksi dr ketaatan pd Tuhan.

Keninglah, perantaraan tunduk makhluk pd Penciptanya.
Keninglah bagian tubuh pertama yg mengaku, bhw Tuhan adalah Maha Tinggi, smntr diri adalah rendah.
Keninglah yg bersujud.
Kening berada paling bwh, sbg simbol bhw tiada yg lbh tinggi drpd Tuhan.
Pdhl kening adalah bagian tubuh kita yg paling tinggi.

Maka pd kening perempuanlah Tuhan hembuskan sumber ketenangan.
Maka tak heran jk suami bs merasakan ketenangan stlh mengecup kening istrinya.

Lalu, apakah sama kondisinya dgn tangan suami yg dicium istri?

Istri yg mencium tangan suami bkn semata menempelkan bibirnya.
Ada doa yg ia panjatkan di tangan suami, semata meletakkan doa disana, krn dgn tangan itulah suaminya bekerja untuk org2 yg dicintai & disayanginya.

Lewat ciuman di tangan suami, seorg istri sdng memohon pd Tuhannya, agar menjaga tangan suaminya dr hal2 yg dibenci oleh-NYA.

Melalui ciuman yg diletakkan di tangan suami, seorg istri menitipkan doa agar Tuhan menjaga tangan suami utk menjaga kasih sayangnya & tak mengambil yg bukan haknya...
*******

Saudara-riku tercinta....
Sebelum berangkat, jangan lupa mencium kening isteri atau tangan suami ...
Semoga ALLAH memberkahi rumah tangga qt smua.. Aamiin. 

Copas dari WA kiriman dari Mbak Prela, thanks mbak for being my wonderful friend...