Serial wonderful parenting
💐💐💐💐
Pengin anak anda suka membaca?
Bagaimana tips agar anak cinta buku?
📚📚📚📚📚
Inilah 10 tips versi saya:
1. Berilah contoh, anda adalah pecinta buku. Hitung sendiri saja lebih sering mana anda memelototi buku atau hp dan si lepi....
2. Sediakan ruang yang nyaman, rak dan tentu koleksi buku agar mudah diakses anak di rumah anda. Tempatkan dalam ruang yang mudah terjangkau anak.
3. Ajak anak memilih buku yang dikoleksi, mengunjungi toko buku, perpustakaan atau bazar buku.
4. Ajak anak dalam komunitas menulis atau membaca atau bercerita untuk semakin menyukai dunia buku.
5. Buat program atau pekan atau jam membaca. Misal antara ashar hingga maghrib No TV, No komputer kecuali tugas yang harus mengejar deadline.
6. Berikan buku sebagai pilihan utama bentuk hadiah spesial, reward prestasi dll.
7. Luangkan waktu untuk membaca bersama atau membacakan buku, terutama sebelum anak tidur.
8. Jadikan isi buku sebagai salah satu tema pembicaraan yang menarik saat kebersamaan keluarga.
9. Ceritakan kisah-kisah menarik dari buku yang pernah anda baca pada masa kecil atau akhir-akhir ini untuk semakin menambah minat anak.
10. Berikan pujian atau penghargaan setiap kali anak telah menyelesaikan satu buku atau telah suka membaca buku.
Anda dapat menambahkan tips lain sesuai pengalaman anda di kolom komentar, semoga memberi manfaat bagi siapa saja.
@lailacahyadi
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 Februari 2017
Rabu, 05 Oktober 2016
*```Untuk segenap orang tua```*
*Refleksi Luar Biasa* dr ``` Bapak Agus Purwanto,
DSc```.(dosen fisika ITS penulis buku Ayatt Semesta dan Nalar Ayatt
Semesta,...Penggagas Trensains→ Sragen, →Jombang--Tebu Ireng-- dan →Yogja
sekaligus pemilik Hak Cipta-nya) Bagi para orang tua maupun dosen/guru yang
untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat
menghayati dan mengamalkan 👇
*Urutan logika...siklus nakalnya anak dengan tidak
bijaknya orang tua itu begini*:
*Karena anaknya nakal...maka orang tuanya murka.*
*Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.*
*Karena Allah murka...maka tidak turun rahmat di rumah
itu.*
*Karena tidak turun rahmat di rumah itu...maka keluarga
itu akan banyak masalah.*
*Karena keluarga itu banyak masalah...maka anaknya...tidak
merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman...sehingga akan makin nakal.*
*Prinsip inti siklusnya* sebenarnya masih pada orang
tua...yakni: 👇
*Ridla Allah...berada pada ridlanya orang tua.*
*Murka Allah...berada pada murkanya orang tua.*
Maka *strategi* paling *efisien* untuk memutus rangkaian
siklus itu...Insya Allah ada *pada bagian awal*...yakni *mencegah orang tua
murka*... *Bila orang tua segera menghadapi anaknya...dengan kasih sayang dan
tidak dengan kemurkaan* ...maka *orang tua itu...menunjukkan kepada
Allah...bahwa mereka berdua ridla kepada anaknya...Tentu bukan ridla terhadap
kenakalannya.. melainkan ridla kepada diri anaknya.*
Dengan memastikan ridla kepada anak..maka orang tua akan
dapat melakukan 3 tahap ini:
*1. Segera memaafkan anaknya...tidak memarahinya sama
sekali...dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi
anaknya.*
*2. Segera menemui...berdialog dan turut
mendiskusikan...solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak...orang tua
atau pihak lainnya...sambil terus mendoakannya.*
*3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi...dan
tidak mengungkit-ungkitnya kembali.*
وَإِنْ
تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ
رَحِيمٌ
*"Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan
melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.* (QS 64:14).
Dengan *konversi murka* menjadi *ridla*...maka sekarang
siklusnya jadi begini 👉 *Suatu hari anak itu
nakal...Orang tuanya...segera melakukan 3 tahap itu...dengan penuh kasih
sayang...sebagai wujud keridlaan mereka kepada anaknya.*
*Karena orang tua anak itu ridla...maka Allah meridlainya.*
*Karena Allah meridlainya...maka rumah yang penuh ridla
itu...dirahmati Allah.*
*Karena rumah itu penuh rahmat Allah...maka keluarga itu
penuh kasih sayang...sehingga jadi makin bahagia.*
*Karena keluarga itu bahagia...maka anak tidak akan
sempat lagi nakal...sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat
solusi.*
*Jadi...pada setiap kenakalan anak (mohon maaf)...lokasi
perbaikannya...sesungguhnya bukan pada anak...melainkan pada orang tuanya si
anak...*
Semoga
bermanfaat...😊🙏🏼
Jumat, 09 September 2016
*SI ⬜ ( PUTIH ) DAN SI ⬛ ( HITAM )*
Saat dua bola mata menyaksikan satu fenomena,
⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.
⬜ ⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.
⬜ ⬜ ⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.
⬜ ⬜ ⬜ ⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.
⬜ ⬜ ⬜ ⬜ ⬜ vs ⬛
Dan Ternyata yang lebih menonjol masih tetap hitam.
Coba kita perhatikan bersama dibawah ini!
Coba yang ini
⬜ ⬜ ⬜ ⬜ ⬜ ⬜ ⬜
⬜ ⬜ ⬜ ⬜ ⬜ ⬜ ⬜
⬜ ⬜ ⬜ ⬛ ⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
Apa yang lebih menonjol?
Coba yang ini!
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜▪⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
Apa yang lebih menonjol?
Coba yang ini!
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜( • )⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
Apa yang lebih menonjol?
Yah.... Ternyata...
*Tetap hitam yang lebih kelihatan menonjol*
Begitulah pada umumnya kita para orang tua, kita lebih
pandai menemukan kekurangan anak-anak kita ketimbang keunggulannya.
Orang tua dan guru lebih pandai menemukan kelemahan
seorang anak dalam pelajaran matematika ketimbang menemukan kelebihannya dalam
bidang olah raga, kepemimpinan dan organisasi.
Kita cepat sekali menemukan kekurangan anak kita yg sulit
sekali diajari membaca dengan baik, tapi lambat sekali menyadari kalau ia cepat
sekali diajari membantu pekerjaan orang tuanya dan mengasuh adiknya dengan
baik.
Kita selalu ingat kegagalan anak kita di berbagai mata
pelajaran di sekolah, namun kita lupa untuk mengingat betapa anak kita pandai
bergaul dan dicintai teman-temannya di sekolah.
Kita risau ketika anak kita terlambat berbicara, dan
tidak sadar bahwa ia telah menjadi anak yang lincah dan cepat bisa berjalan.
Kita gundah ketika anak kita sulit sekali diajari mata
pelajaran, tapi lupa bahwa anak kita sangat mudah sekali diajak berbuat baik
pada orang lain.
Kita sering fokus pada kekurangan anak tapi lupa
mengembangkan kelebihannya.
_Mengapa kita lebih fokus pada kekurangan anak kita?_
_mengapa bukan pada kelebihannya..?_
yang mungkin jauh lebih banyak dari pada kekurangannya.
Bayangkan akan menjadi apakah kelak anak kita, jika kita
masih terus saja berfokus pada kekurangannya....
Untuk itu Perlu di ingat, doa kita sebagai orang tua
merupakan salah satu doa mustajab yaitu doa yang cepat dikabulkan.
Maka dari itu ( terutama kepada para Ibunda ), jangan
sekali-kali kita sebagai orang tua berdoa atau berkata dengan perkataan yang
tidak baik kepada anak dan keturunan kita, karena apabila Allah Subhanahu Wa
Ta'alaa mendengar perkataan kita / doa kita yang kurang baik, maka yang demikian
itu akan berakibat buruk pada anak keturunan kita ( dengan izin Allah )
Maka dari itu mari perbanyak doa-doa kebaikan untuk Anak Cucu dan keturunan kita,
berikut beberapa contoh doa orang tua untuk anak dan keturunannya yang dapat
diamalkan setiap hari dan setiap saat :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ
ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﺃَﻭْﻟَﺎﺩِﻱ
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻀُﺮَّﻫُﻢْ ﻭَﻭَﻓِّﻘْﻬُﻢْ ﻟِﻄَﺎﻋَﺘِﻚَ ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨِﻲ ﺑِﺮَّﻫُﻢْ
Artinya :
_" Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada
anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara-bahaya kepada mereka, berilah
mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti
mereka ."_
ﺭَﺑَّﻨَﺎ
ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺍَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ
ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦِ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ
ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴْﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ
👊🏽Artinya :
_" Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami dari
istri kami dan anak keturunan kami dan jadikanlah kami orang-orang taqwa
sebagai pemimpin ."_
ﺭَﺏِّ
ﻫَﺐْ ﻟِﻰ ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧْﻚَ
ﺫُﺭِّﻳَّﺔً ﻃَﻴِّﺒَﺔً ﺇِﻧَّﻚَ ﺳَﻤِﻴْﻊُ
ﺍﻟﺪُّﻋَﺂﺀِ Artinya :
_" Wahai Tuhanku berikan kepadaku dari sisiMu anak
keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Dzat Maha Mendengar doa ."_
ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ
ﺍﺟْﻌَﻞْ ﺃَﻭْﻻَﺩَﻧَﺎ ﺃَﻭْﻻَﺩًﺍ ﺻَﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﺣَﺎﻓِﻈِﻴْﻦَ
ﻟِﻠْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻭَﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﻓُﻘَﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ
ﻣُﺒَﺮَﻛًﺎ ﺣَﻴَﺎﺗُﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍْﻵﺧِﺮَﺓِ
Artinya :
_" Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang
sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur'an dan Sunnah, orang-orang yang
faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat ."_
Aamiin Yaa Robbal 'aalamiin..
Semoga Bermanfaat
Parenting Anak
Bismillaah
Seorang ibu insyaallah ga akan ada NIAT menjerumuskan
anaknya ke sesuatu yg mudharat apalagi SENGAJA ingin mencelakakan dunia akherat
anak anaknya.
Tapi...seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak
sangat mungkin melakukan hal yg sebaliknya.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anaknya
yg masih kecil belajar naik motor atau naik mobil dan bangga saat kecil2 udah
bisa anter2 ke pasar.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anak
gadisnya dandan cantik setiap keluar rumah dan bangga saat anaknya memiliki
pacar.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg mengantar anaknya
ikut lomba2 kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjadi artis.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg sengaja menyuap ke
kantor2 supaya menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang
jabatan yg tinggi dengan hasil yg curang.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg dengan rasa
kasihan dan tidak teganya enggan membangunkan anaknya untuk shalat subuh dan
isya meskipun sudah baligh tanpa berfikir gimana nasib anaknya kelak di neraka.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg membujuk suaminya
untuk membelikan anak2nya gadget laptop maupun tivi di kamar masing2 spy anak
tidak ketinggalan informasi nyatanya benda2 tsblah yg menjadi jalan anaknya
mengenal pornografi dan kecanduan game.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg lebih senang
mengajarkan anaknya nyanyian2 dan tarian2 yg sebenarnya dilarang dalam islam
dibanding khusus mengajarkan lafadz2 Quran dan bangga saat anaknya masih kecil
fasih meniru2 lirik dan gerakan orang dewasa.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg menjejali anaknya
dengan aneka les2 pengetahuan dunia tapi enggan mengajarkan perkara shalat
ngaji dan ibadah lain pada anak2nya dan bangga anaknya menjadi orang
"bergelar" tapi bahkan ga tau doa masuk wc.
Berapa banyak justru seorang ibulah yg mendoakan anaknya
supaya jadi orang yg berguna bagi umat tapi saat ujian mencari2 bocoran jawaban
UN untuk anaknya, atau bangga jika anaknya lulus meskipun dia sadar telah
melakukan kecurangan.
Dan "kejahilan2" seorang ibu yg dilakukan krn
minimnya agama.
Anak anak itu amanah.
Hanya boleh dididik sesuai keinginan yg Menitipkan.
Bukan sesuai hawa nafsu kita.
Rem hawa nafsu kita yg sifatnya duniawi.
Ingat untuk apa kita dan anak2 kita diciptakan.
Dan kelak pasti semua kembali pada kita.
Hisab detail akan apa yg telah kita ajarkan.
Kebaikan akan kembali.
Keburukan akan kembali.
Perbanyak istighfar.
Belajar dan kaji ilmu agama.
Jadikan Quran dan Hadits sbg pedoman hidup.
Amalkan sedikit2 dan ajak seisi rumah amalkan juga.
Kita ga bisa lolos dari hisab dengan alasan "maaf
saya ga tau kalo harus ajari ini itu"
Karena perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap
muslim.
Tidak terhenti saat kita menikah, tidak terhenti saat
kita jadi nenek kakek, terus smpe kita meninggal.
Jadikan diri kita setiap harinya pencari ilmu.
Ada rasa ingin tau yg besar thd hukum2 islam.
Bukan untuk mendebat dan merasa paling tau, tapi untuk
diamalkan dalam hidup kita sehari2.
Barakallahu fiik
❤ bunda" ku fillah
Kisah Manjurnya Doa Ibu
Dr Fauzia Addabbus, seorang psikolog yang amat populer di
Kuwait pernah menulis di Twitter:
Demi Allah wahai setiap Ibu , agar jangan tidur tiap
malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah dan mengabariNya bahwa engkau
Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya , dan aku menyumpahmu demi Allah agar
engkau tidak menghijab/menghalangi RidhoNya kepada anak-anakmu.
Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur
tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama
anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau ridho atas mereka
masing-masing. Begini doanya:
اللهم
إني أُشهدك أني
راضية عن إبني/إبنتي (.....) تمام الرضا وكمال
الرضا ومنتهي الرضا
فاللهم انزل رضوانك
عليهم برضائي عنهم
" Allahumma innii usyhiduka annii roodhiyah 'an
ibnii/ibnatii (sebut nama anak-anakmu satu persatu) tamaamarridho wa
kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka 'alaihim
biridhooii 'anhum"
(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada
anak2ku (....) dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang
paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku
kepada mereka).
Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah
Twitter tersebut tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata bahwa
aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam
kenikmatan yang tak terlukiskan karena akibat doa itu terhadap dia dan anak
laki-lakinya yang berumur 22 tahun.
Maka berceritalah si Ibu itu:
Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan
karenanya. Dia tak pernah sholat dan bahkan jarang mandi , dia sering berdebat
panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku,
walaupun sudah sering aku mendoakannya.
Maka ketika membaca twittermu aku berkata : mungkinkah
omongan ini benar? tampaknya masuk akal?? dan seterusnya.... dan akhirnya
kuputuskan untuk mencoba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan mentertawaimu.
Lalu setelah seminggu mulai berubah nada suara putraku
kepadaku, dan pertamakali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan
didalam diriku ada sedikit syak? Dan kemudian kudapati putraku mandi , padahal
aku tak menyuruhnya.......
Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu,
ia membukakan pintu untukku dan menyapaku "Apa kabar ibu?" dengan
suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu. Aku gembira tak
terkira walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya samasekali.....
4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia
menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya : "Bu, aku disamping
masjid dan aku baru akan sholat waktu ibu menelponku….”
Maka akupun tak mampu menahan tangisku , bagaimana
mungkin ia yang tak pernah sholat bias mulai sholat dan dengan lembut
menanyaiku apa kabar??
Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai
sejak kapan engkau mulai sholat? Jawabnya; “Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku
didekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat……………….”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat , dan anakku
tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku. Tak pernah
aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di
majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian…..
Ibu adalah harta karun yang kita sia-siakan. Betapa
tidak? Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan
doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan
psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya. Padahal
justru Doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya
di dunia dan akhirat.
Jangan pernah bilang : "Ah anakku masih kecil.
Bagaimana jika engkau menunggu mereka makin besar dan dewasa, dan menjadi tua,
disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu , padahal mungkin waktu itu engkau
sudah di haribaan Ilahi ?
Jadi doakan mereka mulai sekarang , dan jadilah orang
yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka.
Allah telah mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah
bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita
untuk mereka.
Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau , dan kita bisa
mengetuk pintuNya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tak
pernah tidur.........
10 tips mendo'akan agar memiliki anak-anak yang sholeh
Untuk para bunda2 tersayang...
Salam dari Prof. Muhaya untuk semua orangtua....
Mari kita amalkan 10 tips mendo'akan agar memiliki
anak-anak yang sholeh....terutama tips no 6...
1. Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al
Fatihah. Sampai ke ayat "Iyyakanakbudu waiyyakanastain" ("Hanya
kepada Mu kami menyembah dan hanya kepadaMU kami memohon pertolongan."),
mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubungannya dengan anak yang kita
ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi
kepahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat
dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.
2. Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan...."Ibu
mau (nama anak) jadi anak yang sholeh, sayang..."
Coba amalkan (seperti kata Ustadz, kata-kata ini bermakna
kita bercakap dengan rohnya) dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.
3. Bangun shalat malam, shalat lah disisinya. Maksudnya
kita shalat dalam kamar dia dan dekat dengan ananda. Jika Kita sering
melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia,
dia akan merasakan satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang kita sangat sayang
pada dia dan mau dia jadi anak yang sholeh. Dia akan tahu kita selalu shalat
hajat untuknya.
4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini
sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak sholeh bermakna dia
tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.
5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar,
sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian Ibu sambil
bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.
6. Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya
amat melukai hati kita. Muhasabbah diri, mungkin kesalahan yang anak kita
lakukan itu adalah karena dosa-dosa kita dimasa lalu.
7. Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan
sekali-kali ucapkan perkataan yang bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga
karena kita khilaf, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk kita minta maaf
padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat
salah, bukan bermaksud membenci.
8. Amalkan membaca ayat 40 Surah Ibrahim supaya kita,
anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap
mendirikan sholat.
(Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang
yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku)
9. Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat,
belajar tinggi, harta, hafal Quran sekalipun...jika tidak mempunyai akhlak yang
mulia. Allah tidak melihat wajah yang cantik tapi melihat hati yang cantik.
10. Saat mencuci beras niatkan... "Ya Allah...lembutkanlah
hati anak-anakku, sebut nama anak kita.....untuk paham agamanya..... (kenapa
kita mau dia paham agama, karena anak yang tak paham agama akan bawa
orangtuanya juga ke neraka).... seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi
".
Cuci beras lawan arah jam (putar kekiri seperti orang
thawaf ) sambil sholawat kepada Nabi Muhamad saw.
Hati jangan lalai saat melakukannya, dan ingat kepada
Allah selalu.
Kamis, 18 Agustus 2016
*Menghujamkan Tauhid ke dalam Jiwa Anak*
Narsum : Ust. Bachtiar Nasir
AKU PEDULI IMAN ANAKKU!!!
Sesungguhnya, hanya ada 2 agama di dunia ini :
2. AGAMA ORANG TUA : Agama yg diajarkan oleh orang tua
kepada anaknya.
Boleh jadi, orang tua adalah ‘penjahat’ pertama bagi anak
manusia, krn doktrin ‘agamanya’ telah merusak ‘agama ALLAH’ yg telah mjd fitrah
semua manusia.
Contoh :
Ortu berkata _"dahulu nenek moyangmu melakukan
…&…"_ padahal hal itu bertentangan dgn ‘agama ALLAH’.
Orang tua bertanggung jawab dalam menjaga fitrah keimanan
anak2nya.
AYAH adalah ORANG PERTAMA YG BERTANGGUNG JAWAB thd
KEIMANAN ANAKNYA.
Maka ayah,
Jangan bosan menasehati Istrimu..
Jangan bosan menasehati anakmu..
Keimanan yg bagaimana yg harus tertanam di jiwa anak?
1. Keimanan utk selalu memeluk Islam hingga akhir hayat.
Landasan :QS. Al Baqarah [2] : 132
_“Hai anak-anakku! Sesungguhnya ALLAH telah memilih agama
ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dlm keadaan memeluk agama Islam”_
2. Keimanan terhadap Tuhan Yg Esa, tdk menyekutukan ALLAH
(tdk syirik), taat & patuh hanya kpd ALLAH.
Landasan :QS Al Baqarah [2] : 131
_“Apa yg kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab
“Kami akan menyembah Tuhanmu & Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim,Ismail, &
Ishaq, (yaitu) Tuhan Yg Maha Esa & kami hanya tunduk & patuh kpd-Nya”_
Bagaimana caranya? Bagaimana metodenya?Bagaimana langkah-langkahnya?
Perhatikan Prinsip-prinsip Dasar Menanamkan Tauhid kepada
Anak dgn Metode & Langkah2 sbb :
Tanya : Bolehkah anak usia dini mempelajari Qur’an / mjd
hafidz atw hafidzoh?
Jawab : Boleh, asalkan jangan lupa pada esensi
keimanannya mksdnya jgn sampai mengejar target utk mjd hafidz sejak usia dini,
namun lupa mengajarkan keimanan kepada ALLAH (menanamkan tauhid) dlm jiwa anak.
*Bagaimana menanamkan tauhid dalam jiwa anak?*
Contoh :
‘Maha besar ALLAH yg menciptakan buah-buahan yg
bermacam-macam bentuk & rasanya’
dsb…
Jangan *takut-takuti* anak dgn murka ALLAH krn otak anak
blm siap untuk menerima itu.
Contoh :
‘Kalau adek gak mau sholat, nanti Adek dimasukkan ALLAH
ke dlm neraka, dibakar dst…’
‘ALLAH gak suka lho sama anak nakal, nanti ALLAH marah
kalau Adek nakal’
(sbenernya yg gak suka itu ALLAH atau ortunya? Hati2
mengatasnamakan ALLAH)
▶ Anak2 akan mudah mencintai ALLAH jika banyak dikenalkan
dgn *ihsan* (kebaikan2) ALLAH kpd hamba hamba-Nya, perbanyak menyebut nama
ALLAH di telinga anak, baik dgn deskripsi maupun dlm diskusi / tanya jawab.
Bacakan ayat2 ALLAH yg terdapat pada ciptaan2 Allah di
sekitar anak.
Kaitkan semua kejadian sehari2 di skitar anak dgn
kebesaran ALLAH.
_(stay connecting with ALLAH)_
Contoh :
Anak sakit, JANGAN katakan:‘Ayo minum obatnya spy sembuh’
Tapi KATAKAN :‘Berdoalah kepada ALLAH supaya sembuh, tp jg hrs minum
obatnya krn ALLAH suruh kita untuk berusaha. Kesembuhan hanya dari ALLAH’
Saat anak bertanya :‘Ayah, kok burung bs terbang?’
Jangan hanya katakan :‘Iya, burung bisa terbang krn punya sayap’
Tapi KATAKAN :‘Iya, ALLAH yg berkehendak & menggerakkan burung itu
(➡tanamkan tauhid), ALLAH berikan sayap & beri
ptunjuk utk terbang (➡tauhid & ilmiah) sehingga
burung itu bs terbang’
Saat anak meminta sesuatu :‘Ayah, belikan aku sepeda baru’
Jangan hanya katakan :‘Iya, nanti kalau ayah ada rezeki, ayah belikan’
Tapi KATAKAN :‘Iya, kita berdoa ya agar ALLAH berikan rezeki kpd kita
sehingga Adek bisa dpt sepeda baru’ :)
Antar anak tidur dgn nama ALLAH, doakan anak sesaat
ketika tidur & bangunkan anak dgn penuh syukur dgn nama ALLAH.
*2. Setelah itu langsung tanamkan ‘Islam adalah Din yg
Allah ridhoi’*
Iman bukan hanya mengakui keberadaan Allah, namun jg TAAT
pada perintah Allah.
Syetan mengakui keberadaan Allah, tp tdk taat pada
perintah Allah, maka tdk bs disebut beriman.
▶ Ajarkan Adab dalam Islam.
Contoh :
‘ ALLAH perintahkan kita utk sholat’
‘Sebelum makan kita berdoa’
‘Rasul mengajarkan utk bicara santun’
‘Rasul ajarkan kita untuk sholat di awal waktu’dsb..
Tingkatkan ketaatan anak sampai pada sikap _wala’ &
bara’_ ➡ Takut & Hanya bergantung kepada ALLAH Landasan
: Al-An’am : 78,
Al-Mumtahanah : 4, Yunus : 41, Hud : 54, dll
Jika sdh pada tingkatan 👆, anak akan dgn
sukarela belajar Al Qur’an & beribadah sesuai perintah ALLAH.
Mengajarkan Al Qur’an, mengajarkan adab, mengajarkan
ibadah bisa dilakukan bersama2, namun tetap menanamkan Tauhid tidak boleh dikesampingkan
bahkan ketika anak masih dalam kandungan.
▶ _Mahabbah & Ittiba’_ Rasulullah
Tujuan :Anak kita, belum sempurna imannya sbelum kecintaannya kpd
ALLAH & Rasul-Nya melebihi kecintaannya kpd ortu & orang lain yg ia
cintai.
Ittiba’ Rasulullah :Ali Imran : 31
Metode :
– Bimbing bershalawat sebanyak-banyaknya – Membaca doa
setelah adzan & doa2 sehari2 sesuai kebutuhan anak.
– Kisahkan tentang kehidupan pribadi Rasulullah, bacakan
shiroh ttg Rasulullah.
_“Rabbana hab lana min azwajina wa dzuriyatina qurrata
a’yunin waj ‘alna lil muttaqina imaman”_
“Ya Tuhan kami, anugerahkan kpd kami pasangan kami &
keturunan kami sbg penyejuk hati kami & jadikan kami pemimpin bagi orang2
yg bertaqwa’(QS. Al Furqan : 74)
Semoga bermanfaat.
Kamis, 26 Mei 2016
💥 Kajian Parenting 💥
by ibu Elly risman- (Senior Psikolog dan Konsultan, UI)
Pernah mencoba membetulkan keran sendiri? Pasang lampu
bohlam sendiri?
Ganti ban motor atau mobil yang bocor di jalan?
Me-lem sesuatu yang sdh terlanjur patah?
Membuka botol kaca yang Allahu akbar sangat susah di
buka?
Memasak sambil menggendong anak bahkan di sambil lg dg
menaruh pakaian kotor ke mesin cuci?
Menyetrika sambil bicara dg mertua di telfon dan kaki
menggoyang2kan bouncer agar bayi tidak bangun dan menangis tanpa henti?
Hidup ini penuh masalah, cobaan, kesulitan, tantangan
dan pekerjaan susah yang kadang mau tidak mau hrs kita
jalani.
Di Indonesia enak. Tkg ledeng terjangkau, pembantu ada,
supir banyak yang punya.
Yang pernah (atau masih) tinggal di negara maju tahu
betul bahwa pelayan dan pelayanan itu diluar jangkauan saku kita pada umumnya.
Laah yang bekerja saja belum tentu bisa membayar mereka,
apalagi yang keluar negri nya untuk ngejar S3...
Kita tidak tahu anak kita terlempar di bagian bumi Allah
yang mana nanti, izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.
Jangan memainkan semua peran, ya jd ibu, ya jd koki, ya
jd tkg cuci. Ya jd ayah, ya jadi tukang ledeng, ya jadi pengemudi.
Anda bukan anggota tim SAR, anak anda tidak dalam keadaan
bahaya, berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tdk ada.
Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
Anak mengeluh sedikit krn itu puzzle tidak bisa nyambung
menjadi satu, ‘sini..ayah bantu’. Botol minum ditutup rapatnya sedikit susah,
‘sini.. mama saja’.
Sepatu bertali lama di ikat, sekolah sdh hampir telat
..‘biar ayah aja deh yang kerjain’, kecipratan minyak sedikit ‘sudah sini,
kentangnya mama saja yang gorengin’.
Kapan anaknya bisa? Jgn kan di luar negri, di Indonesia
saja pembantu sdh semakin langka.
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang
terjadi ketika bencana benar2 tiba?
Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi
mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah, dan
mencari solusi itu keterampilan/skill
yang wajib di miliki.
Yang namanya keterampilan/skill, untuk bisa terampil, ya
hrs di latih.
Kalau tanpa latihan, lalu di harapkan simsalabim mereka
jadi bisa sendiri??
Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam
kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai2 pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang..secara apalah salahnya sih kita bantu anak?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari
segala kesulitannya, dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu.
Susah sedikit... bantuan diminta.
Berantem sedikit ya sdh lah, cerai saja.
Sakit sedikit ngeluhnya luar biasa,
Masalah sedikit... bisa jd gila.
Kalau anda menghabiskan banyak waktu, perhatian dan uang
untuk IQnya, habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.
AQ ? Apa itu? Adversity Quotient.
Adversity quotient menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya
yg berjudul sama, adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan
kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang
dialami.
Bukannya kecerdasan ini yg jd lebih penting daripada IQ,
untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya.
Merasa bisa menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana sampai yang sulit,
membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita
benar2 tdk lagi bisa.
Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang, tdk
menyerah dalam waktu yang lama.
So izinkan anak anda melewati kesusahan.
Tidak masalah anak mengalami sedikit luka, sedikit
nangis, sedikit kecewa, sedikit telat dan sedikit kehujanan. Akui kesulitan
yang sedang dia hadapi,
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan,
ajari menangani frustrasi.
Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel, apa
yang terjadi jika anda tdk bernafas lagi esok hari?
Bisa-bisa anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi, ketika melihat
anak sendiri susah, sakit dan sedih
Apalagi dg menjadi orangtua, insting pertama adalah
melindungi, jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua
Tapi sadarilah hidup penuh dengan ketidakenakan dan
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan. Melewati hujan, badai,
dan kesulitan, yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan.
"Permata hanyalah arang... yang bisa melewati
tekanan dengan sangat baik"
Selamat beraktifitas... prenss🌺💐🌷🌸
#justcopas
Langganan:
Postingan (Atom)